Sebelum Meninggal, Zaha Hadid Sempat Rancang Pencakar Langit di Melbourne

KOMPAS.com – Melbourne, kota terbesar kedua di Australia, akan menampilkan sepotong karya mendiang Zaha Hadid.

Sebelum kematiannya awal tahun ini, arsitek tersebut telah mengusulkan sebuah pencakar langit senilai 300 juta dollar AS (Rp 3,8 triliun) yang kemudian dipertimbangkan pemerintah Victoria.

Khawatir bangunan tersebut akan membayangi struktur lainnya di tepi utara Sungai Yarra, pemerintah joke meminta beberapa konsesi dari perusahaannya, Zaha Hadid Architects.

Ketinggian bangunan yang menjadi kendala utama, harus diturunkan dari 609 kaki (185 meter) ke 577 kaki (175 meter). Setelah penurunan ini, pemerintah mengumumkan bahwa pembangunannya telah disetujui untuk dimulai.

Bangunan multifungsi ini akan memiliki 54 lantai dan 420 section apartemen, serta sekitar 108.000 kaki persegi (10.033 scale persegi) ruang ritel dan kantor.

Pencakar langit Zaha Hadid di Melbourne, Australia.

Bangunan ini juga mencakup teras yang bisa diakses publik dan ruang seni di lantai dasar.

Gedung pencakar langit yang dirancang akan dibalut kisi-kisi dengan pola silang-menyilang putih, akan berdiri di ujung barat dari Collins Street.

Seperti diketahui, Collins Street merupakan heart pusat untuk kawasan bisnis yang ramai di kota tersebut dan hanya beberapa ratus kaki dari Etihad Stadium.

Tentu saja, gedung terbaru Hadid bukanlah desain pertama di Australia yang akan dibangun oleh arsitek pemenang Pritzker Prize ini.

Sebelumnya, ada karya Frank Gehry yakni Dr. Chau Chak Wing Building’s di Sydney yang sekarang sudah menyentuh usia lebih dari satu tahun.

Namun, fakta bahwa karya Hadid adalah salah satu desain terakhir yang selesai sebelum kematiannya tentu menambah sejumlah sentimentalitas bagi penggemarnya dan Melbourne.

More about ...