Sejahterakan TKI, BNP2TKI Kukuhkan Community Organizer se-Jateng




Batang – Pemberdayaan Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) diinisiasi untuk memberikan perlindungan, pelayanan informasi kerja luar negeri, mencegah penempatan TKI nonprosedural, dan meningkatkan kesejahteraan TKI beserta keluarganya.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengukuhkan village organizer (penggerak) se-Jawa Tengah.

Dalam keterangan tertulis BNP2TKI, Minggu (30/7/2017), Deputi Perlindungan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono bersama Bupati Batang Wihaji mengukuhkan village organizer se-Jawa Tengah di Desa Rejosari Timur, Kabupaten Batang.

Pengukuhan itu sebagai tindaklanjut dari penetapan 19 Desa TKI penyelenggara Program KKBM se-Indonesia. Community organizer itu tersebar di provinsi Banten, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.

Pengukuhan village organizer bersamaan dengan kegiatan pemberdayaan pelatihan kewirausahaan bagi 100 orang TKI purna dan keluarga yang dilaksanakan dari 24-29 Juli 2017. Kegiatan itu di antaranya pengembangan kewirausahaan produksi emping rendah purin yang bebas asam urat dan ternak kelinci.

Melalui village organizer, dibentuk section informasi dan advokasi TKI dan section usaha ekonomi berbasis keluarga dan kelompok TKI. Unit-unit tersebut dibentuk di desa-desa penyelenggara Program KKBM.

“Dalam hal peningkatan kesejahteraan TKI beserta keluarganya, kami memiliki module 5.000 orang yang akan ditingkatkan melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi,” ucap Teguh.

“Salah satu tujuan dilakukan kegiatan ini agar sekembalinya TKI ke Indonesia, mereka tidak bekerja kembali di luar negeri. Kami selaku pemerintah akan selalu membimbing dan mendampingi,” ungkap Teguh yang merupakan mantan Atase Ketenagakerjaan di Malaysia.

Sementara itu Bupati Batang Wihaji turut menyampaikan apresiasi atas ide dan inovasi serta semangat dari BNP2TKI. “Semoga dari kegiatan ini bisa menumbuhkan kreasi-kreasi baru dan supaya jangan jadi TKI lagi,” ucapnya.

“Program ini semoga berjalan mulus, dan kedepannya untuk kegiatan pemberdayaan TKI Purna dan Keluarganya supaya bisa sustainable, dan memperoleh keuntungan, inilah yang menjadi harapan kepala daerah supaya setelah dilatih, masyarakat bisa mendapatkan pendapatan dan penghasilan, juga ada yang membeli produk hasilnya, itu yang nanti jadi tugas saya. Lalu untuk permodalan saya akan minta BPD untuk mensupportnya,” ungkap Wihaji yang disambut riuh tepuk tangan para TKI purna dan keluarga.

Wihaji mengatakan Program KKBM dari BNP2TKI yang didalamnya terdapat pemberdayaan bagi TKI purna ini selaras dan sejalan dengan module pemkab, khususnya untuk mencetak 1.000 wirausaha baru di Batang. Hal itu diharapkan akan tercapai berkat adanya kegiatan ini.

“Program dari pemerintah pusat ini bagus dan akan ditangkap dan dilanjutkan oleh daerah. Saya minta perkembangan pertemuan ini supaya terus didata oleh Disnaker dan dilaporkan. Dan untuk produk-produk hasil TKI Purna Batang akan saya jajakan di ruang tamu Bupati,” jelas Wihaji yang merupakan cucu dari salah satu Abdi Dalem Mangkunegaraan Solo ini.

Di akhir kegiatan pengukuhan dilakukan kegiatan penanaman pohon di halaman Balai Desa Rejosari oleh Deputi Perlindungan dan Bupati Batang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pemberdayaan BNP2TKI Rohyati Sarosa, Kepala BP3TKI Semarang Suparjo, serta dari dinas dan aparat terkait daerah.

(ega/ega)

More about ...