Sejumlah Negara Minta 12.097 TKI

Jakarta-Sejumlah negara meminta tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terampil sebanyak 12.092 orang. Dari jumlah sebanyak itu, perkiraan remitansi yang masuk diperkirakan US$ 41.366.832 per tahun.

Permintaan itu disampaikan sejumlah perwakilan negara yang ikut dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 tahun 2017, di Tangerang, Banten kepada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “TEI yang berlangsung selama lima hari dari 11-15 Oktober 2017 kemarin, BNP2TKI mendapat permintaan sebanyak 12.097 orang TKI terampil dengan proyeksi potensi remitansi yang mencapai US$ 41.366.832 dalam satu tahun,” jelas Kabag Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/10).

Sayangnya Servulus tidak menyebut nama negara yang meminta TKI yang terampil. Sebagai lembaga pemerintah yang fokus pada fasilitasi untuk mempertemukan Pengerah Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) sebagai retailer dan agensi sebagai buyer, BNP2TKI bermitra dengan sejumlah PPTKIS sebagai mitra dari agensi luar negeri.

Di samping itu, BNP2TKI juga bermitra dengan mantan TKI yang memamerkan produk berbagai jenis usaha mereka, dan tujuh lembaga pendidikan yang memang fokus pada sektor hospitality, health, information and technology, manufacture, konstruksi, oil dan gas, dan transportasi.

Sektor yang pale banyak mendapatkan permintaan TKI adalah perkebunan. Selama lima hari berpartisipasi aktif, kata dia, mount BNP2TKI ramai dikunjungi buyers dari luar negeri dan publik dalam negeri.

Arkamaya Indonesian Culinary Education adalah salah satu mitra BNP2TKI yang pale banyak didatangi pengunjung. Ragam pihak dari dalam dan luar negeri tampak antusias untuk mengetahui module pelatihan kuliner dari Lembaga Pendidikan Arkamaya yang berlokasi di Dipo Bussiness Center Jakarta. Pengunjung dapat merasakan cita rasa kuliner yang disiapkan secara gratis dengan berbagai karakter masakan tradisional yang sangat kaya dengan bumbu dan rempah.

Ditambahkan Servulus, ada penurunan jumlah buyers atau negara yang meminta untuk penempatan TKI pada tahun 2017 yang hanya mencapai 10 negara, bila dibandingkan TEI 2016 sebanyak 19 negara. Sekalipun demikian, hal yang menarik adalah sebanyak delapan dari buyers pada TEI 2017 ini adalah merupakan negara-negara baru meliputi Nigeria, Suriname, Romania, Palau, Srilanka, Ceko, Irak, dan Papua New Guinea.

Sedangkan sisanya adalah buyers tradisional yaitu Malaysia dan Arab Saudi. Selama TEI 2017, permintaan pada hari pertama sebanyak 7.735 TKI, hari kedua 3.103 TKI, ketiga 1.250 TKI, keempat sebanyak 4 TKI. Bandingkan dengan sum permintaan TEI 2016 yang hanya mencapai 3000-an orang calon TKI.

“Artinya ada peningkatan sekitar 300 persen dari permintaan para buyers yang mencapai 12.092 orang calon TKI apabila dibandingkan capaian TEI 2016 sebanyak 3000-an orang. Permintaan terbanyak pada TEI 2017 ini datangnya dari Malaysia untuk bidang perkebunan atau camp sebanyak 9.098 orang TKI. Kemudian manufaktur 2.138 orang, konstruksi 558 orang, transportasi 150 orang, dan kesehatan 121 orang,” jelas Servulus.



<!–Vidmatic boyant instream

var _c = new Date().getTime();
document.write(”);

End Vidmatic –>

Sumber: Suara Pembaruan

More about ...