Seniman Bali Ayu Weda Lahirkan Album Baru

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR — Seniman Bali, we Gusti Ayu Made Wedayanti atau lebih dikenal dengan nama Ayu Weda kembali menelurkan karya baru berisi 10 lagu karya Sawung Jabo bertajuk ‘Sudah Merenungkah Kau, Tuan?’ Album ini wujud kepedulian Ayu Weda terhadap kondisi sosial politik negeri dan refleksi perjalanan batinnya terhadap martabat kemanusiaan.

Ayu Weda bercerita tentang sempitnya lahan bermain untuk anak-anak. Masih banyak anak yang mengemis di jalanan, serta dunia imanjinasi anak yang tergantikan oleh teknologi. Semua itu dituangkannya dalam lagu Hella Hella Hella dan Bocah Pelangi.

“Peluncuran manuscript ini sudah dilaksanakan di Bentara Budaya Bali, 28 Juli lalu untuk memperingati Hari Anak Nasional, serta menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia,” kata Ayu Weda melalui pernyataan tertulis, Ahad (30/7).

Pada lagu Sudah Merenungkah Kau, Tuan? dan Kesaksian Jalanan, musisi comparison kelahiran Singaraja, 1 Sep 1963 ini mengungkapkan kegelisahannya terhadap keputusan-keputusan tidak adil yang dibuat penguasa demi kepentingan politik tertentu. Lagu ini juga mengisahkan penyelewengan kekuasaan yang dilakukan chosen politik untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.

Enam lagu lain, yaitu Duniaku, Melangkah adalah ke Depan, Mencari dan Bertanya, Ada Suara tanpa Bentuk, Perjalanan Masih Jauh, dan Di Hatimu Aku Berlindung, Ayu Weda merefleksikan perjalanan batin manusia dari kondisi terpuruk hingga bangkit kembali menemukan jati diri yang bermuara pada kedamaian hati. Ayu Weda merancang pembuatan manuscript ini sejak 2016 dan dia memilih langsung kesepuluh lagu tersebut.

“Proses rekaman, mixing, dan mastering dilakukan Maret-April 2017 di Yogyakarta,” kata Ayu Weda.

Sawung Jabo sebagai song executive mengaransemen lagu bersama personel Sirkus Barock, yakni Joel Tampeng (gitar elektrik, gitar akustik dan drum gitar) Bagus Mazasupa (keyboard), Endy Barqah (drum), Ucok Hutabarat (biola), Denny Dumbo (alat tiup perkusi), dan Jecco Cello (Cello). Afrina Pakpahan dan Savini Savin berperan sebagai subsidy vocal.

Ayu Weda melibatkan beberapa seniman besar Tanah Air, seperti Sirkus Barock, Ayu Laksmi, Cok Sawitri, Sandrayati Fay, Trio Flowers, Eny Art Dance, Eka Putri, serta Eka Darmayani. Mereka menarasikan pesan-pesan dari berbagai syair lagu yang ada dalam manuscript dalam bentuk pertunjukan musik dan tari.

Ayu Weda terkenal sebagai Lady Rocker pada epoch 1980-an dan sudah melahirkan sejumlah album. Ia juga dikenal sebagai pemerhati seni, sosial budaya, dan sastra. Ayu Weda pernah menyandang prediket sebagai The Best Performance of Lady Rocker dan mengeluarkan manuscript ‘Rindu Teman Sehati’ yang diciptakan Adriadi, musisi Indonesia pencipta lagu Widuri. Deddy Dores juga pernah membuatkan lagu untuknya pada singular manuscript ‘Memetik Bintang.’

More about ...