siapa.bisa.hentikan.antonio.conte

JUARA.net – Hingga menjalani pekan ke-33 Liga Inggris 2016-2017, Chelsea FC masih memuncaki klasemen dengan 78 poin. Lima pertandingan tersisa untuk juara Premier League dan satu laga untuk mengangkat trofi Piala FA 2017.

Menyimak perjalanan Chelsea musim ini, puja dan puji mengarah kepada satu nama: Antonio Conte.

Saya sepakat dengan pujian yang menyebut Conte “menghidupkan” kembali beberapa pemain yang sempat meredup di epoch Jose Mourinho. Sebut saja Eden Hazard, Diego Costa, atau Nemanja Matic.

Ia juga membuat sejumlah pemain seolah tampil melampaui kemampuan terbaik yang selama ini disempatkan kepada mereka.

Siapa yang sebelumnya sudah menebak performa brilian Victor Moses, Marcos Alonso, dan Ngolo Kante dalam mengawal lini tengah The Blues bersama Nemanja Matic? Angkat jempol untuk Conte.

Sebagai manajer baru yang datang dari Italia usai bertugas di Euro 2016, Antonio Conte tak butuh waktu lama beradaptasi dengan sepak bola Inggris.

Apa yang sebelumnya diperlihatkan bersama Juventus dan timnas Italia di Euro 2016 merupakan bukti sahih keenceran otak pria Italia berusia 47 tahun ini dalam meracik strategi sesuai amunisi tim sendiri dan kekuatan lawan.

Di Chelsea, Antonio Conte berani mengubah kebiasaan gaya bermain timnya. Formasi 3-4-3 sejak pekan ke-7 menghentakkan para manajer di Inggris.

Setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Liverpool dan Arsenal di pekan ke-5 dan 6, formasi 3-4-3 menghadirkan kemenangan 2-0 atas Hull City.

Luar biasa, dengan gaya baru ini Chelsea langsung meraih 13 kemenangan secara beruntun di Premier League hingga Tottenham menjamu mereka dengan kejutan: formasi 3-4-2-1.