Sinyal Bahaya bagi Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2017

Jakarta – Timnas Indonesia U-22 gagal melaju ke putaran Piala Asia U-23 2018. Pasukan asuhan Luis Milla masuk kotak setelah mengoleksi 4 poin dari tiga laga di Grup H, kalah bersaing dengan Malaysia dan tuan rumah Thailand. 

Di laga perdana, Indonesia menelan kekalahan 0-3 dari Malaysia, Rabu (19/7/2017). Dalam duel yang berlangsung di National Stadium, Bangkok, tersebut, gawang Indonesia dibobol oleh Muhammad Syafiq (4′), Jafri Firdaus (20′), dan Thanabalan Nadarajah (30′).

Keputusan Luis Milla menyimpan pemain-pemain berpengalaman seperti Evan Dimas Darmono dan Hansamu Yama Pranata. 

Evan Dimas yang sudah pernah memperkuat Timnas Indonesia turn comparison di Piala AFF 2016 ini baru dimainkan pada babak kedua saat Indonesia tertinggal 0-3. 

Permainan Tim Garuda Muda sempat berubah. Alur serangan Garuda Muda lebih tertata dan beberapa kali mampu mengancam gawang Malaysia. Sayang, pada menit ke-70, Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Asnawi Mangkualam Bahar menerima kartu kuning kedua setelah menebas kaki pemain lawan dari belakang.    

Kalah jumlah, serangan Tim Merah-Putih kembali kendur. Akibatnya, hingga peluit panjang ditiup, Garuda Muda joke terpaksa menelan kekalahan 0-3 dari Malaysia.

Milla mengaku sengaja menyimpan Evan Dimas. Sayang, strategi itu justru jadi bumerang bagi pasukannya. Mental pasukannya jeblok setelah gol pertama tercipta. “Kalau di babak kedua, kami bermain lebih baik,” kata mantan pelatih Spanyol itu. 

Tidak ingin mengulang kesalahan, Milla menurunkan Evan Dimas sebagai starter di laga kedua lawan Mongolia, 21 Juli 2017. Pelatih  yang membawa Negeri Matador menjadi juara Piala Eropa U-21 2011 itu juga memasang Hansamu Yama Pranata sejak menit pertama. Milla juga mengganti penjaga gawang Satria Tama dengan Kurniawan Kartika Ajie.

Hasilnya, Indonesia menang 7-0 atas Mongolia. Harapan melaju ke babak berikutnya kian terbuka karena sebelumnya tim lawan menahan imbang tuan rumah Thailand 1-1.  

Namun, asa Garuda Muda menguap karena di laga terakhir, justru imbang tanpa gol melawan Gajah Putih. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia U-22 harus rela masuk kotak karena hanya berada di urutan ketiga klasemen akhir Grup H dengan koleksi  poin.

Sementara itu, posisi teratas dihuni Malaysia dengan 6 poin, menyusul Thailand di urutan kedua dengan 5 poin. Di sisi lain Mongolia menjadi juru kunci dengan koleksi sebiji poin. 

“Pertandingan tadi menyedihkan bagi saya. Karena saya melihat pemain saya bekerja sangat keras. Mereka seharusnya dapat hadiah lolos dari grup. Namun, sangat disayangkan hasilnya tidak mendukung,” ujar Luis Milla usai pertandingan melawan Thailand, Minggu (23/7/2017).