Siswa Asal Jawa Barat Terancam Tak Ikut SNMPTN 2018, Ini Alasannya

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 1.397 sekolah menengah di Jawa Barat belum mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS). Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di antara 34 provinsi lainnya se-Indonesia. Dengan demikian, siswa berprestasi dari sekolah Jawa Barat tersebut terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018.

Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN 2018 mencatat, dari sum 26.071 sekolah yang terdaftar di pemerintah, sebanyak 8.224 sekolah di antaranya belum mengisi PDSS. Ketua Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN 2018 Ravik Karsidi menegaskan, siswa berprestasi akan sangat dirugikan jika kepala sekolah tidak segera mengisi dan memverifikasi PDSS yang akan ditutup pada 10 Februari 2018 pukul 23.59.

SNMPTN bertujuan untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada siswa berprestasi dari Sabang sampai Merauke untuk bisa masuk ke PTN. SNMPTN tetap dibuka karena amanat undang-undang sehingga pemerintah wajib memberika apresiasi terhadap siswa berprestasi akademik. Kepala sekolah jangan sampai merugikan anak berprestasi tersebut. Kami imbau segera isi PDSS,” ucap Ravik di Kantor Kemenristekdikti Senayan, Jakarta, Jumat 9 Februari 2018.

SNMPTN merupakan jalur seleksi melalui penulusuran akademik siswa yang dilihat dari nilai rapor sejak division 1 sekolah menengah atas atau kejuruan. Panitia menyediakan 50 persen dari sum kursi yang tersedia untuk sekolah terakreditasi A, 30 persen untuk sekolah terakreditasi B, 10 persen akreditasi C, dan 5 persen yang belum terakreditasi. Ravik menegaskan, panitia hanya menyeleksi siswa yang terverifikasi final di PDSS.

“Jawa Timur masih ada 1.118 sekolah yang belum mengisi PDSS, Jawa Tengah 830 sekolah, Sumatera Utara 588 sekolah, dan Banten 409 sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab mengisi PDSS, kalau sudah mengisi dan tidak lagi diubah sampai batas penutupan, sudah kami anggap benar. Siswa yang didaftarkan harus memiliki nomor indus siswa nasional,” katanya.

Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi menilai, minimnya partisipasi sekolah asal Jawa Barat dalam pengisian PDSS tidak berpengaruh besar terhadap upaya kampus menjaring calon mahasiswa berprestasi. Pasalnya, daya tampung di semua PTN, termasuk ITB, sangat terbatas. ITB menyediakan 60 persen kursi untuk jalur SNMPTN dari sum kuota sebanyak 3.960 mahasiswa baru. “40 persen lainnya untuk kursi SBMPTN. Kami tidak akan membuka jalur seleksi mandiri,” kata Kadarsah.

Perpanjang

Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN memutuskan untuk memperpanjang jadwal verifikasi finalisasi PDSS hingga Senin, 12 Februari 2018 pukul 23.59. Pasalnya, dari 17.883 sekolah yang sudah mengisi PDSS, hanya 10.152 sekolah yang sudah melakukan finalisasi. Total siswa yang sudah terverifikasi sebanyak 648.104 siswa. Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Intan Ahmad menegaskan, keputusan memperpanjang waktu tersebut untuk memberika kesempatan kepada sekolah yang masih terkendala teknis seperti buruknya jaringan internet. “Segeralah sekolah mengisi PDSS agar waktu verifikasi dan finalisasi information tidak merugikan siswa,” katanya

Kendati demikian, panitia tidak mengubah jadwal lainnya yang sudah ditetapkan. Pendaftaran SNMPTN dibuka (21 Februari-6 Maret), pengumuman hasil seleksi (17 April), pendaftaran ulang di PTN masing-masing (8 Mei). Jadwal SBMPTN 2018: pendaftaran online (5 April-27 April), pelaksanaan tes (8 Mei), ujian keterampilan (9-11 Mei) dan pengumuman hasil seleksi (3 Juli).***

More about ...