Sopir Angkot Bandung Mogok Tuntut Aturan Ketat Taksi Online


Bandung, CNN Indonesia — Ratusan sopir angkutan kota (angkot) dan taksi konvensional di Bandung, Jawa Barat, yang tergabung dalam Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) berhenti beroperasi pada Selasa (8/5).

Para sopir angkot melakukan mogok massal agar pemerintah menegakkan aturan terhadap angkutan online lewat Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Ketua WAAT Jabar Herman mengatakan Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 yang telah disosialisasikan pada Oktober 2017 lalu memutuskan masa transisi selama tiga bulan.

“Tetapi, hal tersebut tidak terealisasikan seperti janji beliau terkait penegakan hukum setelah masa transisi tiga bulan tersebut, malah Dirjen Perhubungan menurunkan penangguhan penegakan hukum terkait Peraturan Menteri Nomor 108 ini,” kata Herman.

Menurutnya, para sopir angkot dari WAAT Jabar tidak mendapatkan kepastian hukum akibat penangguhan Permenhub Nomor 108 tersebut.

“Maka dengan itu, WAAT Jabar mengambil sikap untuk kembali melakukan massa aksi ke jalan serta kembali meminta pertanggungjawaban kepada Gubernur Jawa Barat terkait apa yang dijanjikan, soal pemberlakuan PM Nomor 108,” ujarnya.

Selain mogok, massa menggelar aksi damai di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Akibatnya, kendaraan yang melintas di Jalan Diponegoro dialihkan.

Anton (40), sopir Leuwipanjang-Soreang mengatakan keberadaan taksi online merugikan. Ia menyebut jumlah penumpang berkurang dari biasanya akibat taksi online.

“Di jalur ini kita susah bersaing sama taksi online. Penumpang juga berkurang,” kata Anton.

Berkurangnya  jumlah penumpang mempengaruhi jumlah setoran Anton. Kata dia, kini hanya bisa memberi setoran Rp130 ribu per hari dari sebelumnya sebesar Rp150 ribu per hari.

“Itu hanya dapat 3 rit. Kerjanya dari jam 6 sampai 4 sore. Sementara penumpangnya sepi dan jalanan macet,” ungkapnya.

Demo dan mogok para sopir angkot dan taksi konvensional di Bandung yang dimotori WAAT rencananya akan digelar selama empat hari mulai 8 Mei hingga 11 Mei 2018. (hyg)

More about ...