Sopir Angkot dan Taksi Argometer Balikpapan Ancam Mogok Massal, Ini Alasannya

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Balikpapan, Forum Komunikasi Pengusaha Angkutan kota Balikpapan (Forkopab), Asosiasi Pengusaha dan Pengemudi Taksi Argometer Balikpapan mengancam akan melakukan aksi unjur rasa dan mogok massal.

Mogok massal rencananya menurunkan seluruh sopir angkutan umum dan seluruh sopir taksi konvensional.

Aksi tersebut akan digelar apabila dalam jangka 1 bulan tidak ada tindak lanjut maupun perubahan sikap pemerintah kota Balikpapan terhadap keberadaan taksi online yang beroperasi di Balikpapan.

“Kita menunggu implementasinya di lapangan sebab pertemuan ini minimal bisa meredam keinginan untuk demo, kita akan lihat 1 bulan mendatang, bila tidak ada perubahan maka kita akan turun ke jalan dengan massa lebih besar, sebab ini sudah mengadu ke dewan dua kali,” kata Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Angkutan kota Balikpapan (Forkopab), Burhanuddin Noor,usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi III, DPRD Kota Balikpapan, Dinas Perhubungan dan Satlantas Balikpapan, Jumat (9/12/2016).

Aksi tersebut merupakan bentuk dari kekecewaan para sopir angkot dan taksi argo scale karena respon yang cukup lambat dari pemerintah Balikpapan untuk memberikan solusi atas permasalahan ini.

Hal senada disampaikan oleh Korlap Asosiasi Pengusaha dan Pengemudi Taksi Argometer Balikpapan, Hamzah.

Menurut Hamzah, kehadiran taksi online di Balikpapan benar-benar merugikan para sopir taksi konvensional. Pasalnya kian hari jumlah taksi online juga kian bertambah.

Saat ini saja, jumlahnya sudah sekitar 200 unit. Selain itu, taksi online juga telah menjamur dan menguasai marketplace taksi seperti hotel, mall, pelabuhan dan bandara.

“Kasian yang legal, pendapatan sopir taksi argo turun hingga 50%, dulu banyak konsumen dari kampung Baru ke Manggar sekarang sudah mreka (taksi online) yang bawa ke Manggar,” katanya. (*)

More about ...