Sopir Taksi di Pekanbaru Demo Tolak Angkutan Online




Pekanbaru – Sopir taksi konvensional di Pekanbaru, Riau, menggelar demo menolak beroperasinya taksi online. Mereka memprotes taksi online yang disebut tidak berizin.

Aksi sopir dari tiga perusahaan taksi di Pekanbaru ini dilakukan dengan cara mogok beroperasi. Mereka memarkir kendaraannya di Jl Cut Nyak Dien.

Sejumlah sopir sempat memburu sopir taksi online yang mereka dapati berdasarkan pesanan lewat sistem aplikasi. Ada tiga mobil taksi online yang ‘diamankan’ para sopir. Taksi online ini lantas diserahkan kepada pihak Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru.

Ketua DPC Organda Pekanbaru Syaiful Alam mengatakan taksi online baru diketahui beroperasi dalam dua pekan terakhir. Pihak Organda Pekanbaru memperkirakan sudah ada 200 kendaraan taksi online yang beroperasi.

“Kami meminta pemerintah menindak keberadaan taksi online ini. Karena kehadirannya di Pekanbaru ini tanpa memiliki izin,” kata Syaiful kepada detikcom, Rabu (17/5/2017).

Kehadiran taksi online ini dinilai merugikan pihak taksi di bawah Organda. Sebab, taksi yang dikelola Organda memiliki izin serta membayar pajak kepada pemerintah.

“Terus terang saja, pendapatan anggota kami berkurang akibat hadirnya taksi online. Mereka (taksi online) tidak memiliki izin apa joke di Pekanbaru,” kata Syaiful.

 Sopir taksi konvensional di Pekanbaru, Riau, menggelar demo operasi menolak beroperasinya taksi online, Rabu (17/5/2017) Sopir taksi konvensional di Pekanbaru, Riau, menggelar demo menolak beroperasinya taksi online, Rabu (17/5/2017). (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Sedangkan taksi yang dinaungi Organda, kata Syaiful, memiliki perusahaan dan koperasi. Taksi ini juga wajib menggunakan pelat warna kuning.

“Jika nantinya pemerintah memberikan izin kepada taksi online, kami minta mereka juga harus menggunakan pelat kuning seperti kami,” ujarnya.

Syaiful menyebut pihaknya memiliki izin prinsip untuk taksi yang dikeluarkan Pemkot Pekanbaru sebanyak 900 unit. Armada taksi resmi yang beroperasi di Pekanbaru saat ini sebanyak 760 unit.

“Memang kuota kita masih ada 200-an section lagi yang bisa dihadirkan sesuai dengan izin prinsip. Tapi mengapa kami belum memenuhi semuanya, ini karena soal pendapatan. Dengan armada yang sudah ada saja, ini kami rasakan sudah cukup memadai. Kalau ditambah lagi, rasanya belum waktunya,” kata Syaiful.

 Sopir taksi konvensional di Pekanbaru, Riau, menggelar demo operasi menolak beroperasinya taksi online, Rabu (17/5/2017) Sopir taksi konvensional di Pekanbaru, Riau, menggelar demo menolak beroperasinya taksi online, Rabu (17/5/2017). (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Karena itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Pekanbaru terkait hadirnya taksi online tersebut.

“Jika nanti kami bertemu dengan pemerintah kota, akan kami sampaikan soal keberatan ini. Karena yang namanya angkutan umum sesuai aturan harus memiliki izin dan berpelat kuning,” ujar Syaiful.

(cha/fdn)