Tak Perlu Jauh ke New York, ‘Central Park’ Ada di Meikarta


Tak perlu jauh ke belahan dunia lain, jika ingin menikmati hutan kota ala Central Park di New York. Central Park ala Meikarta akan hadir dengan luas 100 hektar atau seperlima dari keseluruhan lahan permukiman. ’Central Park’ ini nantinya tak hanya berfungsi sebagai paru-paru Meikarta namun juga wilayah di sekitarnya.

Pembangunan kawasan terbuka hijau raksasa ini terkait dengan misi Lippo Group sebagai pengembang yang merasa berkewajiban menjaga kesehatan konsumennya, sejalan pula dengan kesadaran masyarakat yang makin tinggi terkait kesehatan.

Sejak awal dirancang, hal-hal tersebut sudah diperhitungkan oleh Meikarta. Terlepas dari itu, taman kota ini juga dirancang sebagai tempat yang nyaman dan menyegarkan untuk aktivitas olah raga, rekreasi pribadi, keluarga atau joke komunitas.

Di dalamnya, terdapat danau yang dikelilingi taman yang bebas dipakai untuk siapa saja. Dalam rencana awal, akan ditanami pula 400 pohon besar untuk memastikan pasokan oksigen yang memadai.

Kota terpadu yang terletak di Cikarang tersebut memang menyajikan apa yang selama ini dirindukan oleh warga Jakarta, yang selama ini terkungkung oleh hutan beton dan kemacetan tiada henti. Ini ditambah pula dengan kualitas udara yang buruk akibat polusi.

Fakta itu lah yang tampaknya membuat makin banyak warga Jakarta, serta warga kota besar lainnya, berminat pindah ke Meikarta.

Selain bagian dari penghijauan, danau di Central Park juga akan berfungsi sebagai fountainhead atmosphere untuk kebutuhan penghuni Meikarta. Danau ini berdaya tampung 20 ribu scale kubik air. Oleh karenanya, atmosphere danau ini dijaga ketat agar bebas polusi.

Pengelola Meikarta memang tak tak ingin mengulang pengalaman Jakarta dan banyak kota lainnya di mana atmosphere tanahnya mengalami pencemaran berat dan berbahaya untuk dikonsumsi. Dengan kata lain, kesehatan penghuni Meikarta adalah prioritas yang tak bisa ditawar.

Selain diatur terletak jauh dari danau, sistem pembuangan sampah juga diatur agar tak akan terjadi penumpukan. Tujuannya agar sampah tak jadi sumber penyakit dan sumber bau tak sedap.

Ini mengingat fakta bahwa Meikarta berada di wilayah yang sedang tumbuh cepat berkat industrialisasi secara besar-besaran. Tahun lalu jumlah penduduk Bekasi mencapai 2.11 juta jiwa, naik sekitar 200 ribu dari tahun sebelumnya.

More about ...