Tegas dan Damai, Sopir Taksi Konvensional Tindak Taksi Online

Menurutnya, sejak 1 Juni 2017 lalu lebih dari 30 taksi online diamankan oleh pihak awak taksi konvensional. Sebagian armada itu diserahkan ke polisi dan ada pula yang dilepas karena telah berjanji tak kembali beroperasi. Penindakan itu dilakukan tanpa merusak taksi online tersebut.

Dia merinci, taksi online yang diamankan tersebar di bandara Hang Nadim 10 unit, Nagoya Hill ada 15 taksi, di Harbour Bay ada delapan taksi, daerah Batamcenter sembilan taksi, di BCS Mall ada dua taksi. “Kami tidak anarkistis. Dari jumlah tersebut tak ada yang kita ganggu. Tapi nggak tahu ke depan, sabar ada batasnya,” ujarnya.

Dia berharap, karena taksi online tak berizin di Batam, ditindak secara cepat agar masalah tidak terus berlanjut. Apalagi kehadiran taksi online tak berizin di Batam menganggu iklim usaha taksi konvensional.

“Jumlah kami (taksi konvensional) 2.800 armada, mereka itu (taksi online) bisa rekrut kapan saja dan tidak terbatas. Masa banyak yang ilegal, kalau pemerintah tak mau membersihkan, kita yang bersihkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Batam Yusfa Hendri mengatakan sejatinya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, sebenarnya sudah jadi aturan categorical taksi online.

Hal pertama, badan usaha aplikasi tidak bisa bertindak sebagai penyelenggara angkutan. Menurutnya, badan usaha aplikasi kalau ingin menyelengarakan angkutan harus bekerjasama dengan badan usaha yang punya izin angkutan yang sudah ada. “Yang sudah punya izin seperti bapak-bapak ini, kalau kerjasama silahkan tapi kalau selenggarakan sendiri tidak boleh,” katanya. (cr13/iil/JPG)