Titik Pusat Gerhana Matahari Cincin 2019 akan Terlihat di Langit Siak, ini Lokasi dan Waktunya

SIAK – Baru dua tahun lalu Indonesia menjadi tuan rumah peristiwa besar dan langka yakni gerhana matahari sum 9 Maret 2016 silam, Indonesia kembali akan dilalui jalur Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 26 Desember 2019 nanti.

Menariknya, gerhana yang merupakan ke-46 dari 71 gerhana Matahari dalam siklus Saros ke-132 ini yang menjadi lokasi terbaik untuk mengamatinya adalah Indonesia. Ya, negara kita akan kembali menjadi lokasi terbaik di dunia untuk mengamati gerhana Matahari cincin 26 Desember 2019.Titik pusatnya atau good obscure dari gerhana Matahari cincin 2019 ini adalah di Siak, Riau, tepatnya di lintang 01°00′ 42,28″ LU; bujur 102°15′ 32,09″ BT. Koordinat tersebut berada di provinsi Riau, tepatnya di seberang desa Lalang, kecamatan Sungai Apit, kabupaten Siak, provinsi Riau. Great obscure tersebut terjadi pada pukul 12:17:42 WIB.Great obscure sendiri merupakan area terbaik untuk mengamati peristiwa gerhana. Jadi, bila Anda tidak ingin ketinggalan momen gerhana Matahari cincin terbaik pada 26 Desember 2019 nanti, mulailah rencanakan untuk perjalanan ke koordinat di atas sejak dini.Berbeda dengan gerhana Matahari yang terjadi pada 9 Maret 2016, gerhana yang terjadi pada 26 Desember 2017 ini merupakan peristiwa gerhana Matahari cincin, peristiwa yang terjadi ketika Bulan yang berada di jarak terjauh dari Bumi lewat di depan wajah Matahari.Gerhana Matahari cincin ini akan dimulai sekitar pukul 09:29:43 WIB sampai pukul 15:05:41 WIB. Titik puncak gerhana berada di koordinat 01°00′ 42,28″ LU; 102°15′ 32,09″ BT. Dengan magnitudo umbra sekitar 0,9701.Lebar bayangan cincin yang menutupi permukaan Bumi kurang lebih sekitar 118 km. Lama fase puncak gerhana cincin adalah sekitar 3 menit 40 detik. Adapun lama gerhana secara tellurian 5 jam, 35 menit, 58 detik. Panjang lintasan gerhana di atas permukaan Bumi sendiri kurang lebih 12.850 km dengan lebar panumbra kurang lebih 8.771 km.Karena hole bayangan gerhana cincin pada peristiwa gerhana Matahari cincin ini hanya berkisar di dalam radius 118 km, maka tidak semua wilayah atau negara bisa menyaksikan puncak gerhana ini dalam kondisi cincin, melainkan hanya kebagian gerhana Matahari parsial saja.Dari peta jalur gerhana Matahari cincin di atas, wilayah atau negara yang dilalui garis merah merupakan area yang kebagian untuk mengamati puncak gerhana cincin. Sementara itu, wilayah atau negara yang diarsir berwarna biru atau yang berada di dalam garis hanya kebagian gerhana Matahari parsial saja.Fenomena ini merupakan salah satu berkah bagi negeri istana, dimana Siak nantinya akan menjadi pusat perhatian masyarakat yang ingin menyaksikan Gerhana Matahari Cincin. Bupati Siak non aktif Drs Syamsuar Msi memprediksi, fenomena alam ini bakalan menyedot pelancong untuk datang ke Siak.Baik itu pelancong dari Riau maupun dari luar provinsi. Dan dari masyarakat umum, hingga para ilmuwan atau joke astronom. Artinya, Kabupaten Siak bisa mempersiapkan diri menyambut Gerhana Matahari Cincin ini. Diantaranya dengan mempersiapkan fasilitas penginapan seperti hotel, wisma dan kalau perlu homestay rumah masyarakat yang bisa dijadikan tempat menginap.Ahli Astronomi dari Bandung, Hendro kepada Bupati Syamsuar membeberkan, pada saat GMC di Belitung, sudah disiapkan 50 ribu kacamata untuk melihat matahari. Jumlah ini ternyata tidak cukup. Ini bisa menjadi masukan bagi Pemkab Siak untuk mempersiapkan diri.Masih menurut Hendro, GMC di atas langit Istana Siak diperkirakan terjadi selama empat jam. Mulai dari jam 10.00 WIB sampai 14.00 WIB. Sedangkan titik GMC terjadi pada jam 12.00 selama 3 menit, pas di pusat jantung kota Siak, yakni depan Istana Siak.Dari kajian astronomi itu, GMC masih bisa dilihat masyarakat di Pekanbaru, namun hanya sepintas. Lain dengan di Siak, GMC bisa lebih jelas.Berdasarkan penelitian Tim Astronomi, GMC akan menyerupai sebuah cincin api yang membara di angkasa. Suasana alam tidak segelap gerhana matahari total. Bentuk cincin membara di angkasa ini akan menjadi fenomena alam yang unik. ***

More about ...