TKI Adukan Perusahan Malaysia ke BNP2TKI

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 20 buruh migran perempuan mengadu ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Mereka mewakili 153 TKI, menuntut kompensasi karena menjadi korban perbudakan PT Maxim Sdn Bhd Malaysia yang dianggap melanggar kontrak.

“Karena sesuai undang-undang jelas, jika PT itu menempatkan tidak sesuai dengan kontrak kerja, ada kompensasi,” kata Kurniasih, salah seorang TKI, di kantor BNP2TKI di Jakarta, Senin 12 Juni 2017.

Mereka menuntut, BNP2TKI memberi catatan hitam terhadap PT Maxim karena melanggar kontrak yang awalnya menyebutkan TKI akan bekerja di perusahaan elektronik, nyatanya hanya bertugas membersihkan sarang burung walet.

BNP2TKI menanggapi masalah ini disebabkan kekeliruan informasi. PT Maxim bergabung dengan grup perusahaan lain, para TKI tersebut dioper ke perusahaan berbeda dalam satu holding.

“Blacklist PT Maxim sudah dilakukan, bahkan tidak hanya Maxim, seluruh holding-nya di-blacklist,” ujar Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menanggapi tuntutan para buruh migran di kantornya.

(TRK)