TKW yang Nyaris Diperkosa itu Akhirnya Pulang ke Lombok


Muliati saat hendak menjalani pemeriksaan di RSUD Lobar pagi ini (Foto Muhammad Shaleh)

 

Lombok Barat – Muliati seorang TKW yang diduga hendak diperkosa anak majikan saat bekerja di Riyadh, Arab Saudi akhirnya berhasil dipulangkan. Ia tiba di Lombok International Airport (LIA) pada Jumat (12/5) sekitar pukul 21.30 Wita.

Diungkapkan kuasa hukum Muliati, Muhammad Shaleh, korban  berhasil dipulangkan oleh tim BNP2TKI bekerjasama dengan KBRI di Riyadh. Korban cukip lelah, karena menempuh perjalanan udara cukup jauh yang memakan waktu sekitar 26 jam.

BACA JUGA:

“Perjalanannya cukup jauh itu sekitar 26 jam. Pukul 10.00 Wita lalu dia berangkat lalu tiba di Cengkareng,” ujarnya kepada kicknews, Sabtu (13/5).

Selanjutnya setiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Muliati sudah ditunggu oleh pihak BNP2TKI beserta tim dokter. Ia menjalani sejumlah pemeriksaan untuk memastikan apakah kondisinya cukup baik guna melanjutkan perjalanan ke Lombok.

Alhamdullila,h ternyata dia masih kuat untuk terbang ke Lombok, kami kemarin bersama Disnaker Lobar, BP3TKI, menjemputnya di Bandara. Dia tiba sekitar pukul 23.30 Wita di rumahnya,” jelasnya.

Shaleh menuturkan, pagi ini Muliati-pun telah menjalani chek up kesehatan di RSUD Patut Patuh Patju Lobar di Gerung, dan hasilnya akan segera diketahui dalam beberapa hari ke dapan. Meski demikian, berdasarkan penjelasan medis bahwa kondisi Muliati sehat.

“Kita tunggu hasil medisnya, tetapi dokter bilang jika kondisi secara fisik dinyatakan sehat,” kata dia.

Menyoal langkah hukum serta perjuangan hak-hak Muliati, Shaleh mengaku akan dilakukan selanjutnya. Tetapi yang jelas fokusnya saat ini yaitu terkait kondisi kesehatan Muliati.

“Nanti itu menyusul (upaya hukum dan perjuangan hak-hak) karena yang terpenting sekarang adalah kondisinya,” pungkasnya.

Diketahui, Muliati merupakan korban kekerasan oleh anak majikan saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Riyadh. Ia diduga hendak diperkosa majikan sehingga lompat dari lantai 2 tempatnya bekerja. Bahkan, dalam kondisi luka parah dia terus dipaksa bekerja dengan kondisi sakit-sakitan.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

More about ...