Tuntut Gaji Selama 3 Bulan, Ratusan Karyawan Meikarta Unjuk Rasa

BEKASI – Gajinya tak dibayar selama tiga bulan, sekitar 400 karyawan PT Meikarta menggelar unjuk rasa menuntut haknya. Demonstrasi karyawan ini dilakukan di dua lokasi.

Lokasi pertama adalah di depan Galery Meikarta, Jalan OC Boulevard Utara, Lippo Cikarang, Bekasi dan lokasi kedua di PT Baladhika Karya Raharja, Jalan Sahid Raya Cikarang, Bekasi.”Kami menuntut hak kami yang hampir tiga bulan belum dibayarkan dan janji komisi yang tak pula diberikan,” ujar koordinator unjuk rasa yang juga karyawan Meikarta, Yunita Puspita, Selasa (17/4/2018).Para pengunjuk rasa juga melakukan long march menuju lokasi dimana mereka akan berorasi.Yunita mengatakan, para karyawan juga menuntut agar Presiden of Sales Meikarta Fery Tahir segera diturunkan.PT Meikarta dan PT Baladhika Karya Raharja selaku perusahaan pembangunan megaproyek Meikarta, lanjut Yunita, belum melakukan pelunasan pembayaran gaji sebanyak satu bulan setengah, dari setengah gaji bulan Februari 2018 dan gaji bulan Maret 2018. Selain itu, pembayaran komisi tahun 2017 dan tahun 2018 juga belum dibayarkan.”Ini sangat merugikan kami selaku karyawan active dan in active, berhubung dengan berlangsungnya kebutuhan hidup yang selama satu setengah bulan tidak kami nafkahi dikarenakan hak kami yang belum dibayarkan. Bahkan, ada yang hampir tiga bulan,” kata dia.Sementara itu, salah satu karyawan Meikarta yang turut melakukan demonstrasi mengatakan, saat ini statsu mereka jadi in active, bedanya kata dia yang active tetap harus absen 3 kali sehari yaitu pada pukul 10.00 WIB, 14.00 WIB dan pukul 16.00 WIB.”Tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan. Bahkan per hari ini, sistem absen tiga kali sehari sudah ditiadakan,” tandasnya.Untuk itu kata dia, ia dan rekan sejawatnya menuntut perusahaan untuk segera mengeluarkan gaji selama tiga bulan, menghapus amandemen, serta meminta perusahaan keluarkan komisi dan OR 2017/2018.Direktur Komunikasi Publik Lippo Group Danang K Jati mengatakan, pembangunan Kota Baru Meikarta yang dilakukan Lippo Group sejak beberapa waktu yang lalu, telah memberikan angin segar di dunia marketing properti. Oleh karenanya, pihak Meikarta mengapresiasi para karyawannya. Dengan rencana pengembangan kawasan yang berisi ribuan section apartemen, kata dia, merupakan tantangan dan peluang bagi para profesional di bidang marketing. “Apa yang dilakukan Lippo Group, adalah upaya konkrit dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia, khususnya di bidang marketing,” ujar Danang melalui siaran pers, Senin (16/4/2018) kemarin.Seperti halnya dengan industri properti lain, Meikarta sebagai institusi swasta memiliki aturan inner sendiri dalam hal gaji serta komisi penjualan. Semuanya ditentukan oleh kinerja masing-masing marketing.Menyoal unjuk rasa yang dilakukan karyawan Meikarta, Danang konsisten dalam memberikan hak berupa gaji serta apresiasi kepada team marketing-nya berupa komisi penjualan.”Apa yang dilakukan oleh Meikarta, tentu sudah sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang ada. Mengenai klaim komisi penjualan, dengan jumlah tenaga marketing begitu banyak, tentu dalam proses klaim komisi penjualan akan memerlukan waktu, baik itu untuk verifikasi information dan lain-lain,” ujarnya.Data dari Team Finance Meikarta, Danang mencatat, sampai dengan saat ini tidak ada komisi penjualan yang belum dibayarkan kepada yang berhak. Saat ini untuk bulan Apr memang bekum terbayarkan, karena Apr masih berjalan, dan close di tanggal 28.

More about ...