UPI Terus Berupaya Masuk World University Ranking

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Memasuki usia ke-63 tahun, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus berupaya mencapai aim menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya diakui secara nasional tapi juga di tingkat internasional. Salah satunya dengan menembus universe university ranking in education.

Rektor UPI, Asep Kadarohman menuturkan, di usia ke-63 tahun, UPI akan kokoh dan kukuh mempertahankan jatidiri pendidikan seiring dengan sejarah awal pendirian. Target lain yang diemban UPI, yakni menjadi salah satu perguruan tinggi yang tidak hanya diakui secara nasional tapi juga di internasional dengan berupaya masuk dalam universe university ranking in education.

Untuk bisa masuk dalam universe university ranking tersebut, setiap perguruan tinggi harus memiliki minimal 1000 karya ilmiah terpublikasi di jurnal yang terindeks scopus. Saat ini, UPI baru memiliki sekitar 722 karya ilmiah yang sudah terpublikasi di jurnal ilmiah terindeks scopus.

“Di tahun ini, ada sekitar 14 konferensi yang akan kita hadapi dan kita berharap dari setiap konferensi itu bisa menghasilkan 50 karya ilmiah yang terpublikasi di jurnal terindeks scopus. Jadi pada tahun 2019, kita sudah memiliki sekitar 1250 karya ilmiah yang terpublikasi di jurnal terindeks scopus. Sehingga harapan kita, pada tahun depan kita sudah bisa masuk dalam universe university ranking in education, meski aim realistis kita di tahun 2020,” terangnya.

Asep mengaku, untuk mencapai aim tersebut memang dibutuhkan kerja keras. Pasalnya, kesadaran setiap dosen hingga mahasiswa mempublikasikan karya ilmiah mereka di jurnal yang terindeks scopus masih perlu terus didorong. Namun, pihaknya tetap optimistis jika di tahun 2019 atau pale lambat di tahun 2020 sudah bisa masuk dalam universe university ranking in education.

“Keoptimisan kami ini didasarkan pada kesadaran dari dosen hingga mahasiswa terkait pentingnya publikasi karya ilmiah di jurnal terindeks scopus yang mulai tumbuh. Jadi kami punya keyakinan di tahun depan aim kita bisa tercapai,” tegasnya.

Di usia ke-63 tahun, UPI telah mampu menunjukkan jati dirinya dengan mengambil peran strategis dalam kontibusi pendidikan di tanah air. Berbagai kerjasama di bidang pendidikan dan kegiatan lain yang relevan sudah dijalin UPI dengan berbagai pihak di dalam negeri maupun luar negeri.

Tak hanya itu, secara kualitas, UPI joke mampu menunjukkan eksistensinya. UPI mendapatkan predikat Terakreditasi A berdasarkan penilaian dari Badan Akreditasi Nasional-Pergutuan Tinggi (BAN-PT) pada Selasa (20/6/2017) lalu. Performa UPI joke diapresiasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) RI dengan masuk sebagai perguruan tinggi kluster 1 berdasarkan empat penilaian. UPI menempati peringkat 13 dari 14 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang masuk dalam kluster 1 dengan raihan nilai 2,73.

Hingga saat ini, UPI memiliki 134 module studi (prodi) yang terdiri dari 21 prodi S3 (Doktoral), 33 prodi S2 (Magister), 75 prodi S1 (Sarjana), dan 5 prodi D3 (Diploma). Dari 134 prodi tersebut, sebanyak 63 prodi terakreditasi A, 51 prodi terakreditasi B, 13 prodi terakreditasi C dan hanya 7 prodi yang belum terakreditasi. Tak hanya itu, sebanyak delapan prodi di UPI joke sudah memiliki akreditasi internasional.

Untuk jumlah dosen, UPI memiliki sebanyak 1.220 dosen. Terdiri dari 107 guru besar, 515 lektor kepala, 452 lektor, 98 asisten ahli, dan 51 tenaga pengajar. Berdasarkan kualifikasi pendidikan dosen, sebanyak 19 dosen S1, 670 dosen S2, dan 531 dosen S3.

Untuk jalur penerimaan, UPI membuka tiga jalur pendaftaran mahasiswa baru yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Mandiri (SM) UPI. Dari dua jalur penerimaan tingkat nasional, UPI menempati peringkat ke-10 perguruan tinggi negeri favorit melalui jalur SBMPTN dan peringkat ke-8 perguruan tinggi negeri favorit melalui jalur SNMPTN. Dan di setiap tahunnya, UPI mewisuda sekitar 9000 lulusan di berbagai jenjang kualifikasi pendidikan.

(ageng)

ad

More about ...