Usai Gusur Bukit Duri, Pemprov DKI Incar Kemang

Jakarta, CNN Indonesia
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan akan melanjutkan penertiban bangunan di permukiman sepanjang bantaran Sungai Krukut, Kemang, Jakarta Selatan. Bangunan mewah akan digusur karena dinilai jadi penyebab banjir.

Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengatakan, penertiban ini dilakukan sebagai kelanjutan dari pengerjaan proyek normalisasi Sungai Ciliwung.

“(Setelah ini) kami akan bergeser untuk normalisasi Kali Krukut. Tinggal tunggu rekomendasi dari BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane),” kata Tri di tengah penertiban kawasan Bukit Duri, Selasa (11/7).

Menurut Tri, lokasi pertama yang bakal ditertibkan adalah kawasan permukiman yang berada tepat di belakang Kemang Village.

Namun berbeda dengan kawasan lainnya yang sudah terdampak normalisasi, penataan kawasan di sepanjang Sungai Krukut ini akan dilakukan dengan mengembalikan bantaran sungai ke bentuk semula.

“Nanti di belakang Kemang Village itu akan seperti alam. Jadi tidak akan dipasangi sheet pile seperti yang lain,” kata dia.

Tri mengatakan, pengerjaannya akan dibiayai oleh pengembang yang berdiri di sekitar Sungai Krukut. Menurutnya, pengembang memiliki kewajiban untuk membenahi lingkungan di sekitar Sungai Krukut.

Usai Bukit Duri, Penggusuran Berlanjut ke KemangSatu section mobil terendam banjir di Kemang, Jakarta saat banjir menerjang pada pertengahan 2016 silam. (ANTARA FOTO/Ali Qital)

Wacana melanjutkan proyek normalisasi Sungai Krukut ini sudah mencuat sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 2016. Kali Krukut dianggap sebagai biang keladi utama wilayah chosen di kawasan Kemang sering tergenang saat musim hujan.

Penyebabnya adalah penyempitan lebar sungai akibat aksi penyerobotan terkait pembangunan rumah mewah, hotel, tempat usaha, dan bangunan lainnya di bantaran Krukut, Kemang. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Namun pengerjaan proyek normalisasi Sungai Krukut sering kali terhambat akibat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terkendala anggaran untuk pembebasan lahan.

Berdasarkan information Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Sungai Krukut memerlukan normalisasi pada area sepanjang 84 kilometer, mulai dari Waduk Brigif di Jagakarsa hingga wilayah penggabungan arus Kali Krukut dan Kali Ciliwung di ruas Banjir Kanal Barat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Di sepanjang wilayah itulah, terdapat 761 bangunan yang perlu dibebaskan. (pmg/kid)