Usai Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan TKI Di Kab Bantaeng, BP3TKI Makassar Lanjut Ke Kota Palopo

Palopo, suaralidik.com – Kegiatan Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Makassar,BPN2TKI,Yapinus,DPR RI,Dinas Tenaga Kerja dan Lidik Pro terus dilakukan di Daerah Provinsi Sulawesi selatan.

Sosialisasi BP3TKI di Palopo
Kegiatan Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Makassar di kota Palopo, Jumat (11/8/2017)

Diketahui bahwa kegiatan sosialiasi sebelumnya yang berlangsung di BM Hotel Jln Bolu No. 1, Letta,kota Bantaeng, Sulawesi Selatan pada hari Sabtu (5/8/2017) terhitung sukses dengan menghadirkan HJ Alya Mustika Ilham SE anggota DPR RI Komisi IX yang diikuti ratusan peserta calon TKI.

Berbeda dengan kegiatan sosialisasi yang berlangsung di kota Palopo, BP3TKI
Makassar menghadirkan anggota DPR RI dari fraksi Golkar Komisi IX yakni HJ.
Andi Fauziah Pujiwatie Hatta selaku nara sumber bersama dengan perwakilan BNP2TKI jakarta.

Sosialisasi yang dilakukan di Gedung Veteran Kota Palopo ini, selain Anggota DPR RI dan BNP2TKI juga tampak hadir dalam kegiatan yakni Agus Bustami selaku Kepala BP3TKI Makassar, Firdaus Gigo Atawuwur Pendiri Lidik Pro sekaligus Ketua Umum Yayasan Peduli Insani Nusantara (YAPINUS) dan Kadis Sosial Palopo.

Dalam sosialisasinya, HJ. Andi Fauziah Pujiwatie Hatta didepan para peserta menyampaikan bahwa salah satu latar belakang sehingga terjadi pemberangkatan TKI Non Prosedural adalah karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur penempatan dan perlindungan terhadap TKI.

Agus Bustami yang ditemui langsung oleh suaralidik.com menyampaikan jika kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu module kerja BP3TKI makassar yang bekerja sama dengan DPR RI Komisi IX,BNP2TKI dan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat sebagai penyambung informasi dan penggiat sosial.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat buat calon TKI karena selain menambah wawasan seputar TKI juga dapat menjadi senjata ampuh dalam mengatasi penempatan (pengiriman) TKI secara Ilegal (Non Prosedural) ke luar negeri.

Calon TKI bisa lebih memahami bagaimana menjadi seorang TKI yang diberangkatkan secara resmi (Prosedural) dan masuk dalam perlindungan Negara,Bagaimana nasib TKI yang berangkat melalui cukong-cukong tanpa perlindungan asuransi dan lain-lain ” Jelas Agus Bustami,Jumat ( 11/8/2017)

Sementara itu, Firdaus Gigo Atawuwur yang ikut serta dalam kegiatan sosialisasi ini mengemukakan bahwa module sosialiasasi ini akan terus dilakukan oleh BP3TKI Makassar dan dirinya bersama TIM akan selalu mengikuti kegiatan sosial ini sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini.

Ditambahkannya, kalau menjadi TKI non prosedural sangat merugikan bagi TKI, karena beresiko, salah satunya tidak aman, karena mereka tidak mendapat jaminan perlindungan di negara penempatan serta diperlakukan tidak manusiawi mulai dari penampungan sampai ke luar negeri. (Alief/BCHT)

Pasang iklan

More about ...