Waduh! Sopir Angkot Demo Menolak Taksi Online di Balikpapan, Penumpang Telantar



BALIKPAPAN – Demo menolak keberadaan angkutan atau taksi adventurous alias online terjadi hari ini di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (11/10/2017). Demo yang dilakukan gabungan sopir angkot dan taksi konvensional ini bahkan menurunkan secara paksa penumpang yang sudah menaiki angkutan kota.

“Turun, turun, keluar… Ayo bu, pak, mbak, anak sekolah juga turun dari angkot,” teriak para sopir yang mencegat angkot saat melintasi persimpangan Muara Rapak. Penumpang lantas turun. “Enggak usah bayar, enggak apa-apa, Bu,” lanjut para sopir saat mengetahui ada penumpang yang hendak membayar.

Aksi penurunan paksa ini lantas membuat banyak penumpang menjadi telantar. Mereka kebingungan karena tidak ada angkot ataupun taksi yang mau mengangkut mereka.

“Seharusnya jam 8 pagi saya sudah masuk kantor, tapi ini sudah jam 9 dan saya terlambat. Bos juga belum tahu saya terlantar di sini,” keluh Ratna (23), karyawan perusahaan yang berlokasi di Klandasan, Balikpapan Kota.

Baca juga: Revisi Aturan, Menhub Ingin Taksi Online dan Konvensional ‘Akur’

Hal yang sama juga dirasakan Mansyur (50). Warga kelurahan Batu Ampar ini hendak berobat ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan karena mengidap asam lambung.

Keinginan Mansyur menjadi terhambat karena juga diturunkan paksa dari angkot yang ditumpanginya. Sementara, jarak antara persimpangan Muara Rapak hingga ke Rumah Sakit sejauh 10 kilometer.

Baca juga: Aturan Baru Siap Meluncur, Menhub Khawatir Taksi Online Belum Kompak

“Sudah jauh saya naik angkot, sekalinya sampai persimpangan malah diturunkan. Saya enggak tahu kalau ada demo sopir, lambung saya juga sakit ini,” ucap Mansyur sembari meringis memegangi perutnya.

Sopir sendiri mengaku tak masalah tidak mendapatkan setoran hari ini dan mereka mengaku aksinya sudah seizin pemilik armada. “Kami di sini ada 100-an sopir dan aksi ini terus kami lakukan sampai tuntutan kami dipenuhi,” tuturnya.

Tidak hanya menolak, mereka juga menuntut pemerintah menutup aplikasi angkutan online. “Mereka beroperasi di sini tidak permisi, mobil mereka tidak berizin sebagai taksi. Maka kami menolak karena piring nasi kami juga terancam,” ujarnya.

Usai menurunkan penumpang, ratusan sopir ini menuju ke DPRD Balikpapan untuk berdemonstrasi bersama ribuan sopir lainnya. Bahkan satu lajur jalan Jenderal Sudirman yang merupakan jalan protokol ditutup oleh para sopir sehingga arus lalu lintas macet 2 kilometer dan terpaksa dialihkan. 

(ran)

More about ...