Wahyu OS, Penyanyi Yang jadi Petani

DUNIA industri musik dan rekaman Tanah Air mencatat nama Wahyu OS, sebagai penyanyi dan pencipta lagu kondang di epoch 1980-an. Salah satu lagunya yang cukup terkenal adalah ‘Senandung Doa’ yang melesatkan nama penyanyi Nur Afni Octavia. Liriknya mudah diingat dan segera membawa pendengar lagu jadul bernostalgia:

Peluklah diriku agar tak jauh denganmu
Lebih baik kau tidur di atas pangkuanku
Sebelum terlena senandungkanlah doa
Ukirlah namaku di relung hatimu

Wahyu OS dikenal sebagai pencipta lagu andalan bagi JK Record, yang terkenal dengan bidadari bidadari cantiknya di epoch 1980-90-an. Bersama sama Pance Pondaag, Deddy Dores, Obbie Mesakh, dan Anci Laricci, Wahyu OS membawa JK Records sebagai tag yang cukup disegani pada masanya.

Tentang nama OS di belakang namanya, pencipta lagu kelahiran Bandung yang humoris ini tak pernah menjawab serius. Kadang dia menyebut OS sebagai ‘Orang Sunda’, kadang ‘Orang Sabar’, kali lain menyebut ‘Orang Sinting’. Ada juga yang menyebut Otong Sanjaya. Bahkan ada yang berseloroh OS sebagai ‘Over Selling’, karena lagu-lagu ciptaannya bernilai jual tinggi.

Selain menulis lagu, Wahyu OS sendiri juga membuat manuscript rekaman dan duet dengan Dian Piesesha di studio rekaman milik Judhi Kristianto itu. Kolaborasi bersama Dian Piesesha selain pada lagu ‘Ingin Memiliki’ berlanjut di manuscript ‘Cintaku Seindah Namamu’

Jadi Petani

Tapi itu epoch 1980-90’-an. Di tahun 2017 terjadi perubahan pada seniman yang pernah tinggal dan berbisnis di Brunei Darussalam ini. Wajah gantengnya sudah berganti. Dia tak berkumis lagi, rambutnya joke menipis, bahkan hampir botak dan memilih berjenggot dan berwarna kelabu. Selain itu, kini dia sibuk bertani. Menjadi petani yang sukses.

Kang Wahyu – nama panggilannya kini – akan tercenung lama bila diajak bicara mengenai lagu lagu, musik, lagu dan rekaman. Sebaliknya, dia menjawab seketika bila ditanya tentang pupuk padi, sawah, dan segala macam tanaman yang sedang ditekuninya di Cianjur dan Purwakarta.

“Saya tinggal di Cianjur, tapi lagi bolak balik ke Purwakarta, “ katanya kepada Pos Kota yang menjumpainya di Cijambe, Subang, Jawa Barat, pekan lalu. Dia jadi pembicara mendadak tentang pupuk temuan dan metode baru penanaman padi, kepada mahasiswa Teknik Hayati ITB, yang sedang studi lapangan di kebon buah naga milik Makbul Padmanegara, mantan Wakapolri .

“Saya punya keinginan untuk membantu petani, dan Alhamdulillah saya menemukan sebuah regulation berupa pupuk. Tapi pupuk yang saya temukan itu bukan untuk tanaman, namun untuk tanah. Saya buat dulu pupuk untuk tanah setelah tanah mengeluarkan nutrisi untuk tanaman itu, dan pupuk yang saya miliki ini aman untuk tanah dan tanaman, serta memiliki banyak unsur hara,” ujar Wahyu .

Selain pupuk yang dipersembahkan kepada petani Wahyu juga memiliki tata cara pola tanam dengan nama-nama produk yang diperkenalkan ke petani saat ini yaitu pola tanam ‘domino’, ‘domino H2O system’ dan ‘domino cluster’.

Domino yang disebutnya bukan diambil dari permainan kartu, melainkan dari nada lagu yakni ‘do’ dan ‘mi’ . Sedangkan ‘no’ adalah larangan yang harus dipantang para petani untuk mendapatkan hasil panenan lebih baik.

Wahyu mendapatkan temuan itu berdasarkan riset dan uji coba selama tujuh tahun. Kini complement yang dikembangkannya itu digunakan oleh ratusan hektar sawah di Jawa barat bahkan ribuan hektar lainnya siap menerapkannya.

Hal itu yang membuat Wahyu sibuk kian kemari. Bicara pada petani, penyuluh pertanian, mahasiswa dan para pejabat yang berkait dengan kehidupan petani.

Di dunia musik, seniman kelahiran Bandung 13 Juni 1959 ini merintis karir sejak 1980-an. Studio RRI telah membawanya ke acara Bina Vocalia yang diasuh oleh Yan Berlin. Di sana bertemu dengan Yanuar Arifin dan Johanes Purba, dan mulailah dia mencipta lagu.

Lagu ‘Senandung Do’a’ diciptakannya tahun 1984, dan lewat Nur’afni Octavia melambungkan namanya. Wahyu kemudian bergabung dengan JK Record sejak 1985. Di studio yang banyak menampung penyanyi penyanyi cantik itu, mengasah lagu ciptaan Wahyu yang mampu menghadirkan nuansa baru. Tak sekadar mencipta, yang mampu memajukan pamor penyanyinya dan menambah populer tag JK Records.

“Wahyu itu penyanyi yang tidak neko neko dan apa adanya. Nggak banyak lagak boat pencipta lagu lain, “ puji Judhi Kristianto, yang bekerjasama dengan pencipta lagu itu sejak 1985 dan masih berlangsung hingga kini.

Hektaran kebon milik Makbul Padmanagara ditaburi pupuk yang ditemukan Wahyu OS. Dan hasilnya nyata. “Dia memang makhluk langka. Bayangkan dari penulis lagu jadi petani. Padahal dia nggak sekolah dan kuliah di pertanian, “ puji JK.

Dunia nyanyi sebenarnya tak sepenuhnya ditinggalkan. Ketika Dian Piesesha menyelenggarakan konser tunggal di Kartika Chandra Hotel – Maret 2013 lalu, Jakarta, dia termasuk yang yang naik panggung, dan membawakan lagu Ingin Memiliki.

Publik sampai kini masih mengenang Senandung Doa, sebagai lagu hitnya. Lagu itu dinobatkan sebagai Lagu Terbaik pilihan Siaran ABRI RRI-TVRI 1983. Penghargaan yang sangat bergengsi di epoch satu televisi, TVRI. Senandung Doa kemudian jadi hits luar biasa saat dibawakan Nur Afni Octavia. – dimas.

More about ...