Walikota Denpasar : Peranan Hari Tumpek Landep Sebagai Motor Penggerak Teknologi di Bali

Kembali Gelar Petinget Tumpek Landep, Pemkot Bawa Sebagai Hari Pusaka

Denpasar – Keris sebagai salah satu budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan. Hal inipun ditegaskan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Museum Keris Nusantara di Solo Jawa Tengah belum lama ini. Bahwa semuanya menjadi kekayaan seni budaya nusantara yang harus terus kita jaga dan lestarikan.

Dalam siaran perss tersebut Jokowi mengatakan di Rusia Presiden Putin juga memamerkan keris-keris yang berasal dari Indonesia yang disimpan dalam ruangan khusus. Dari apa yang menjadi pernyataan Jokowi dengan geliat pelaksanaan Petinget Tumpek Landep yang diselenggarakan Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag) sebagai sebuah kearifan Lokal Masyarakat Bali diperingati setiap enam bulan sekali.

Pelaksanaan Petinget Tumpek Landep Tahun 2017 memasuki pelaskanaan eventuality ke IX yang menjadikan Tumpek Landep sebagai Hari Pusaka. Hal ini menjadi Harapan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam setiap gelaran Petinget Tumpek Landep dapat meningkatkan pemahaman tentang makna dan peranan Hari Tumpek Landep sebagai engine penggerak teknologi di Bali. Menurutnya, kegiatan ini merupakan suatu pointer eventuality yang menunjukkan kemampuan orang membuat keris secara intelektual, devout dan emosional.

Kadisperindag Kota Denpasar, Wayan Gatra ditemui Jumat (11/8) mengatakan Petinget Tumpek Landep IX akan digelar selama empat hari dari tanggal 28-31 Agustus mendatang di pusatkan di depan Museum Bali. Berbagai bulletin acara telah dipersiapkan pada tanggal 28 Agustus akan digelar Kirab Keris Pusaka, Sarasehan, Pameran dan Bursa Keris, serta dimeriahkan dengan berbagai kesenian.

Petinget Tumpek Landep dijadikan sebagai hari pusaka tak terlepas dari filosofi yang dimiliki keris Bali. Hal ini berkaitan dengan fact keris seperti Luk, Pamor, fungsi keris, tahun pembuatan dan lain sebagainya. Hal tersebut membuka refleksi pemerintah bersama masyarakat Denpasar sangat merespon, mengapresiasi dan memuliakan Keris Pusaka sebagai Warisan Budaya Dunia.

Sesuai dengan penghargaan UNESCO ”Keris as Masterpiece of a Oral and Intangible Heritage of Humanity ”(UNESCO, 2005). Didampingi Kabid Industri Logam dan Mesin, Elektronika dan Telematika dan Agro, we Nyoman Sudarsana, Lebih lanjut Gatra mengatakan pelaksanaan Petinget Rahina Tumpek Landep IX ini juga akan dibagikan buku rangkuman dari kegiatan saresehan, convention dan lainnya kepada pengunjung. “Bagi masyarakat yang ingin tahu, kapan dan bagaimana proses pembuatan keris bisa datang langsung ke lokasi pameran,” ajaknya.