Warga Indonesia antusias saksikan Gerhana Matahari Total

Image copyright
BBCF Indonesia

Image caption

Sejumlah warga Jakarta berkumpul di kawasan Bundaran Hotel Indonesia untuk menyaksikan Gerhana Matahari.

Dari di Jakarta hingga di Ambon, warga Indonesia di sejumlah daerah antusias menyaksikan fenomena gerhana matahari total.

Bersama empat rekannya yang sama-sama mengendarai sepeda, Agatha menepi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Setelah sepeda diparkir, dia mengeluarkan foto rontgen dari dalam tasnya.

Image copyright
BBC Indonesia

Image caption

Agatha menggunakan foto rontgen untuk menyaksikan gerhana matahari.

“Saya memang sengaja bawa film rontgen dari rumah, habis baca-baca di internet. Untung saya bawa, karena kacamata hitam aja nggak cukup. Akhirnya foto rontgen saya banyak dipinjam orang di sini, saya kan malu, soalnya itu rontgen gigi saya, banyak bolongnya,” kata Agatha seraya tertawa kepada wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat.

Warga Jakarta memang tidak bisa melihat

gerhana matahari total, tapi mereka tetap antusias berburu foto gerhana. Bahkan, ada beberapa orang yang sibuk mengabadikan momen tersebut melalui pantulan matahari di sebuah tugu di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Image caption

Gerhana matahari yang direkam kru BBC Indonesia di Pantai Olivier, Belitung Timur.

Image caption

Wilma, turis asal Belanda, ‘memburu gerhana’ di Pantai Olivier, Belitung Timur, menggunakan kamera khusus.

Antusiasme masyarakat dalam menyaksikan Gerhana Matahari Total juga dirasakan wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar, di Pantai Olivier, di Belitung Timur.

Menurutnya, ada sekitar 200 orang yang datang ke pantai tersebut. Sebagian besar adalah masyarakat lokal,

tapi ada pula yang berasal dari Jakarta dan mancanegara. Salah satunya ialah Wilma dari Belanda. Dia patut disebut ‘pemburu gerhana’ karena telah menyaksikan fenomena alam itu sebanyak lima kali di berbagai negara.

“Saat gerhana berlangsung, khalayak bersorak dan langsung diam seketika karena takjub. Saya bisa mendengar orang-orang berkata, ‘Wow’. Lalu ketika gerhana sum usai, orang-orang bertepuk tangan pelan,” kata Wilma.

Image copyright
Heka Leka

Image caption

Warga Kota Ambon antre menyaksikan gerhana matahari menggunakan teleskop khusus.

Image copyright
Heka Leka

Image caption

Tim Amboina Astronomy Club menggunakan pinhole camera untuk mengamati Gerhana Matahari di Lapangan Merdeka, Kota Ambon.

Sementara itu di Kota Ambon, warga datang berbondong-bondong ke Lapangan Merdeka untuk menyaksikan gerhana. Mereka antre menggunakan

teleskop khusus yang disediakan organisasi pendidikan Heka Leka secara gratis.

“Luar biasa. Antusiasme warga Ambon sangat tinggi dalam melihat gerhana matahari,” ujar Stanley Ferdinandus, pendiri Heka Leka.

Image caption

Sejumlah warga bercengkerama usai melaksanakan salat gerhana di Masjid Baitul Huda di Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Namun, tidak semua masyarakat menyambut gerhana dengan hingar-bingar. Di Jakarta, sejumlah warga melaksanakan salat gerhana di berbagai masjid, seperti Masjid Baitul Huda di Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Image copyright
Wim Alfian

Image caption

Umat muslim di Bali menunaikan salat gerhana.

“Ramai di sini. Ini karena jarang-jarang kali ya, peristiwanya,” kata salah satu jemaah pada wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat.

Adapun di Bali, umat Hindu tengah memperingari Hari Raya Nyepi sehingga tidak bisa ke luar rumah untuk menyaksikan gerhana. Meski demikian, umat muslim di Bali tetap dapat melaksanakan salat gerhana di masjid terdekat.

“Kami tetap bisa beribadah ke masjid, dikawal pecalang. Cuaca di Bali pagi ini cerah, jadi kami mungkin bisa lihat gerhana matahari,” kata Wim kepada BBC Indonesia.

More about ...